obat pembesar penis
obat pembesar penis
obat perangsang wanita

jasa pembuatan website

Peran IDKI Membina Dokter Pelayanan Primer dan Program Kembali Kerja

on . Posted in Press Release

L Meily Kurniawidjaja1,2, Sudi Astono1,3, Istiati Suraningsih1, Kadwirini Lestari1, Erdy Techrisna Satyadi,1  Hanny Harjulianti.1
1 Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia
2 Universitas Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
3 Universitas Negeri Jakarta Program Pascasarjana Doktoral Manajemen Sumber Daya Manusia

A. Latar Belakang
Pada tahun 2015 yang akan datang, BPJS Ketenagakerjaan akan segera dimulai dengan penekanan program pada jaminan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Program ini berfokus pada upaya preventif dan promotif dalam rangka perlindungan hak setiap pekerja. Guna mendukung program ini maka perlu adanya penguatan kapasitas dokter pelayanan primer di tempat kerja dalam rangka mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, mencegah penurunan produktivitas, serta mencegah pengeluaran pembiayaan santunan pada pekerja yang berlebihan akibat sakit ataupun kecelakaan yang diderita oleh pekerja.

Hal lain yang diperlukan guna mendukung program ini adalah adanya percepatan realisasi dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI, yaitu perubahan paradigma dari upaya kesehatan kerja yang berfokus pada pelayanan kuratif menjadi pelayanan preventif dan promotif. Sebagai salah satu pengelola kesehatan kerja yang berperan melindungi hak pekerja untuk dapat tetap hidup sehat, dokter layanan primer di tempat kerja memerlukan kompetensi tambahan di bidang kesehatan kerja di luar tujuh kompetensi dokter. Kompetensi tambahan tersebut adalah kompetensi manajemen kesehatan kerja di lapangan. Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) yang disusun oleh IDI pada tahun 20131, bahwa ada tiga macam kegiatan pokok seorang dokter yaitu dokter fungsional menjalankan profesi sebagai dokter, bekerja di bidang pendidikan, dan bekerja di bidang manajemen kesehatan.

Artikel selengkapnya, silakan unduh [disini]

IDKI Newsflash

Untuk mendukung SKKNI perlu dibentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP bertujuan untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi profesi sesuai dengan ketentuan persyaratan nasional maupun internasional. LSP untuk mendukung SKKNI berupa LSP DKKI yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi Dokter Kesehatan Kerja Indonesia yang merupakan organisasi independen dan bersifat nirlaba. LSP DKKI ini adalah organisasi tingkat nsional yang pusatnya berkedudukan di Jakarta dengan cabang ditiap propinsi.

Read more...

IDKI Twitter