obat pembesar penis
obat pembesar penis
obat perangsang wanita

jasa pembuatan website

Laporan hasil mengikuti Rakernas Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI

on . Posted in Laporan

  1. Waktu dan tempat : Hotel Grand Cemara Jakarta, tgl 3 sd 4 Januari 2012
  2. Kepesertaan : peserta pertemuan terdiri dari perwakilan dari masing-masing Perhimpunan Profesi Dokter di bawah naungan PB IDI dan perwakilan Bidang MKEK IDI Wilayah
  3. Perwakilan PP IDKI yang mengikuti pertemuan : Dr. Sudi Astono, MS. (Ketua Bidang Pengembangan Organisasi)
  4. Catatan Hasil Pertemuan :

 

  1. Kegiatan Rakernas MKEK secara umum terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut :
    1. Pembukaan dan Pengarahan umum Rakernas diawali dengan sambutan dan pengarahan umum Ketua PB IDI : Dr Prijo Sidipratomo, Sp.Rad (K) dan dibuka secara resmi oleh Ketua MKEK : Prof DR. Dr. Agus Purwadianto, SH, MSi. Sp.F (K);
    2. Pengarahan dan penjelasan umum tentang Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) disampaikan oleh Ketua MKEK disertai dengan diskusi dengan bebarapa catatan antara lain :
      1. Rumpun ilmu kedokteran ada 4 bidang yaitu : Klinis, Humaniora, Komunitas dan Biomedis
      2. Kontek kerahasiaan medis bisa berbeda-beda pada bidang yg berbeda, misalnya pada kasus forensik dalam hal menentukan penyebab kematian, pada kasus penyakit pada pekerja terkait perlindungan hak ketenagakerjaannya
      3. Masing-masing perhimpunan profesi dokter diharapkan agar menggali kontek terkait KODEKI, karena masing-masing perhimpunan memiliki kekhususan bidang dan memiliki kekhususan kontek permasalahan terkait kode etik
      4. Dewasa ini makin marak praktek kedokteran yang dicampuri kepentingan pihak lain misalnya pemilik/manajemen rumah sakit, industri farmasi dan peralatan medis sehingga sering terindikasi adanya pelanggaran etika dalam bentuk kurang memperhatikan kepentingan pasien atau bersifat mencari keuntungan pribadi (misalnya pasien diberikan tindakan dan pelayanan kesehatan tidak sesuai indikasi yang tepat dan tindakan operasi cesar tanpa indikasi medis tetapi atas permintaan pasien, dan berimplikasi tarif yg tinggi)
    3. Pembahasan draft revisi KODEKI dilakukan dengan pembagian kelompok (3 kelompok). Beberapa catatan dari diskusi kelompok :
      1. Dokter dapat membuka rahasia medik seorang pasien untuk kepentingan pengobatan pasien tersebut, permintaan pengadilan/penegak hukum, untuk melindungi keselamatan dan kehidupan masyarakat luas setelah berkonsultasi dengan organisasi profesi dan atas sepengetahuan pasien;
      2. Dokter harus berhati-hati dalam membuka rahasia medis pada kasus-kaus yang berimplikasi pada aspek sosial ekonomi dan stigmatisasi serta diskriminasi pada pasien/masyarakat, contoh kasus : TB, HIV, Lepra dll.
      3. Hasil diskusi kelompok dibawa ke diskusi panel
      4. Hasil diskusi panel selanjutnya akan dirapihkan oleh secretariat MKEK
      5. Setelah dirapikan hasil diskusi panel akan dikirim ke peserta melalui e-mail
  2. Kesimpulan :
    1. KODEKI sangat penting untuk ditaati oleh semua profesi dokter sebagai salah satu alat kontrol profesionalisme dan keluhuran profesi dokter;
    2. KODEKI perlu dievaluasi untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan terkait yang berkembang di masyarakat;
    3. Setiap organisasi profesi dokter perlu menggali kontek sesuai kekhususannya untuk dimasukan kedalam KODEK masing-masing dengan mengacu pada KODEKI
  3. Saran :
    1. PP IDKI perlu mengevaluasi KODEK yang sudah ada apakah perlu direvisi atau belum
    2. Kalau perlu direvisi, maka dpt menjadi salah satu agenda Mukernas IDKI tahun 2012

 

Demikian laporan yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pengembangan profesi kesehatan kerja sebagai bagaian dari profesi dokter di bawah naungan PB IDI.

Jakarta, 9 Januari 2011
Dr. Sudi Astono, MS.
Ketua Bidang PO PP IDKI

IDKI Newsflash

Untuk mendukung SKKNI perlu dibentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). LSP bertujuan untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi profesi sesuai dengan ketentuan persyaratan nasional maupun internasional. LSP untuk mendukung SKKNI berupa LSP DKKI yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi Dokter Kesehatan Kerja Indonesia yang merupakan organisasi independen dan bersifat nirlaba. LSP DKKI ini adalah organisasi tingkat nsional yang pusatnya berkedudukan di Jakarta dengan cabang ditiap propinsi.

Read more...